Minggu, 28 Juni 2009

Rossi Ukir Kemenangan ke-100, Pedrosa Ambruk


Valentino Rossi berhasil memenangkan MotoGP Belanda yang berlangsung di sirkuit Assen, Sabtu (27/6). Dengan demikian, The Doctor dapat memenuhi ambisinya menorehkan kemenangnan ke-100 di putaran ke-7 dan sekjaligus mengambil alih pimpinan teratas sementara dengan total 131 angka.

Padahal, sebelum balapan Rossi sempat mengnutarakan kalau balapan di Assen ini cukup sulit. Pasalnya, karakter lintasan banyak tikungan dengan sudut kemiringan yang bervariasi. Kalau sampai melakukan kesalahaan, risikonya jatuh.

Ternyata, The Doctor mampu melesat dengan mulus tanpa melalui perjuangan berat. Dihadapan sekitar 99 ribu penonton yang sebagian menudukungnya dengan mengnenakan seragam kuning dan nomor start 46, ia melesat tanpa ada keselahan sedikit pun. Bahkan baru menempuh lap kedua, dirinya sudah memimpin di depan tanpa dapat dikejar Casey Stoner maupun Jorge Lorenzo.

Kemenangannya disambut dengan selebrasi berupa spanduk berisi perjalanan karirnya ke-100. Bahkan sirkuit Sentul yang menjadi kemenangnan ke-12 masuk dalam spanduk itu.

Tempat kedua direbut rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Meski start kurang mulus, tapi pebalap Spanyol ini bisa menunjukkan performanya. Sempat melorot satu tingkat jadi keempat, namun pada lap ketiga ia bisa menyalip Dani Pedrosa di lap ke-3.

Didukung tenaga motor dan settingan yang pas, Lorenzo dapat menggeser pebalap Ducati, Casey Stoner di lap-4. Ia kemudian coba mengejar rekan setimnya, Rossi namun upayanya tak berhasil. Kini ia menduduki peringkat kedua dengan 126 angka.

Sementara tempat ketiga diduduki Stoner. Pebalap Australia itu sepertinya kurang mendapat dukungan dari tenaga motornya. Sirkuit Assen yang sarat dengan tikungan dan tidak memberi kesempatan pada pebalap untuk bisa menegakkan badan ini, sulit buat Stoner bisa memaksimalkan mesin Desmosedici GP9 yang cukup galak itu.
Stoner pun kini menduduki peringkat ketiga sementara dengan 122 angka


Honda gagal total
Pebalap andalan Honda Dani Pedrosa gagal menunjukkan performa terbaiknya. Ia terjatuh pada lap ketiga setelah disalip Jorge Lorenzo akibat menikung terlalu miring dan melebar.

Meski ketika start sempat melejit ke depan, namun tidak sampai setengah putaran, posisinya diambil alih oleh Casey Stoner. Pebalap Spanyol itu tampil tanpa didukung kondisi fisik yang prima lantaran cederannya yang belum pulih betul.

Dengan terjatuh kembali Dani, semakin kuat kemungkinan dirinya bakal didepak dari tim. Sinyal ini sudah ditunjukkan Honda dengan merekrut juara dunia 250 cc, Marco Simoncelli dari Italia.

Sesuai ketentuan, pebalap dari 250 cc tidak boleh langsung masuk ke tim pabrikan, harus melalui tim satelit. Makanya, tahun depan ia bergabung dengan tim Gresini.

Ternyata, Assen bukan sirkuit yang bersahabat bagi tim Repsol Honda. Pada lap ke-10, giliran Andrea Dovizioso terpental dari motornya. Padahal, pebalap kedua Honda sudah menduduki urutan keenam.

Korban keganasan dari trek Assen ini Mika Kallio. Menjelang putaran terakhir, pebalap asal Finlandia itu terlempar keras dari motornya saat menikung, Ia mengalami cedera pada pergelangan dan jari tangan kirinya.

Hasil balapan 26 lap
1. Valentino Rossi Yamaha 42m14.611s
2. Jorge Lorenzo Yamaha + 5.368s
3. Casey Stoner Ducati + 23.113s
4. Colin Edwards Tech 3 Yamaha + 29.114s
5. Chris Vermeulen Suzuki + 33.605s
6. James Toseland Tech 3 Yamaha + 39.347s
7. Randy de Puniet LCR Honda + 39.543s
8. Toni Elias Gresini Honda + 39.774s
9. Nicky Hayden Ducati + 39.823s
10. Loris Capirossi Suzuki + 40.673s
11. Alex de Angelis Gresini Honda + 46.100s
12. Marco Melandri Hayate Kawasaki + 57.777s
13. Sete Gibernau Hernando Ducati +1m05.366s
14. Niccolo Canepa Pramac Ducati +1m09.897s
15. Yuki Takahashi Scot Honda +1m09.930s
16. Gabor Talmacsi Scot Honda +1m25.099s

Pebalap jatuh
Mika Kallio Pramac Ducati 25 laps
Andrea Dovizioso Honda 10 laps
Dani Pedrosa Honda 4 laps

Peringkat sementara pebalap
1 Valentino Rossi 131
2 Jorge Lorenzo 126
3 Casey Stoner 122
4 Andrea Dovizioso 69
5 Daniel Pedrosa 67
6 Colin Edwards 67
7 Loris Capirossi 56
8 Marco Melandri 54
9 Chris Vermeulen 53
10 Randy De Puniet 51
11 James Toseland 39
12 Antonio Elias 31
13 Alex De Angelis 30
14 Mika Kallio 26
15 Nicky Hayden 26
16 Niccolo Canepa 12
17 Sete Gibernau 12
18 Yuki Takahashi 9
19 Bastien Chesaux 0
20 Gabor Talmacsi 0
21 Imre Toth 0
22 Steve Bonsey 0
23 Valentin Debise 0
24 Vladimir Leonov 0

Jacko Dimanfaatkan oleh Dokternya





Pengacara yang telah lama mendampingi keluarga Michael Jackson, Brian Oxman, menuduh sejumlah agen media dan ahli kesehatan pribadinya berperan dalam penyalahgunaan obat-obatan yang digunakan oleh megabintang itu.

"Penyalahgunaan obat-obatan (untuk mempersiapkan konser kembalinya Jacko ke pentas musik) ini telah saya khawatirkan dan peringatkan pada pihak keluarga (Jacko)," ujarnya.

"Ini merupakan kasus penyalahgunaan obat-obatan kecuali jika memang ada hal di luar itu yang tidak saya ketahui," tuturnya. "Saya tidak tahu seberapa besar dampak obat-obatan itu, tetapi dari berbagai laporan yang kami terima, diketahui sangat besar dampaknya," lanjutnya.

Mantan produser rekaman dan sahabat Jacko, Tarak Ben Ammar, menuduh para dokter megabintang ini memanfaatkan kekhawatirannya yang berlebihan terhadap kondisi kesehatan atau hypochondria.

"Para dokter itu, yang merawatnya sepanjang karier, selain merusak wajahnya juga menawarkannya obat penenang. Jacko adalah pengidap hypochondria dan siapa pun tidak akan mengetahui apabila dirinya sakit jika dikelilingi oleh dokter yang ingin mengeruk keuntungan hingga ribuan dollar lewat obat-obatan dan vitamin yang ditawarkan," ujarnya.

Michael Jackson menggunakan sejumlah obat-obatan beberapa pekan sebelum mengembuskan napas terakhir, Kamis (25/6). Mantan suami Lisa Marie Presley itu ini dilaporkan menggunakan tiga obat penenang dosis tinggi pada saat bersamaan selain sejumlah obat-obatan lainnya.

Jacko dilaporkan disuntik dengan obat penenang Demerol, obat sintetis sejenis morfin, beberapa saat sebelum ia terjatuh tidak sadarkan diri karena kerja jantungnya mendadak terhenti. Beberapa sumber yang dikutip The Sun mengklaim, Jacko disuntik setiap hari dengan Demerol dan dua penenang lainnya, Dilaudid dan Vicodin.

Delapan jenis obat setidaknya digunakan oleh Jacko menjelang kematiannya, di antaranya pereda kekakuan otot soma, antidepresi Zoloft, dan Paxil untuk mengatasi kecemasan. Obat-obatan itu digunakan Jacko saat ia berupaya menjaga stamina sebelum mengikuti konser di Inggris bulan depan.

Kematian Michael Jackson wajar


LOS ANGELES -- Tidak ada pertanda yang mencurigakan terkait dengan kematian Michael Jackson, demikian koroner yang melakukan otopsi raja pop tersebut.

Namun demikian tes pengukur keracunan dan beberapa tes lain akan dilakukan dan penyebab kematian penyanyi berusia 50 tahun itu baru akan bisa dipastikan dalam waktu beberapa minggu kedepan.

Polisi juga akan berbicara lebih jauh lagi dengan dokter yang menjadi saksi akhir hidup Michael Jackson. Pihak keluarga telah mengambil jasad Jackson namun rincian penguburannya belum diumumkan.

Setelah proses otopsi selama tujuh jam diselesaikan, pihak keluarga diijinkan mengambil jasad Jackson dan membawanya pulang tanpa diketahui wartawan yang menunggu di luar tempat otopsi dilakukan. Jasad salah satu penyanyi paling berpengaruh untuk generasinya itu kemudian dibawa kelokasi yang dirahasiakan.

Jurubicara kantor koroner Los Angeles, Craig Harvey, mengatakan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan ataupun bekas pukulan.

Namun demikian ia menyebut kepastian penyebab kematian masih harus ditunggu. ''Artinya petugas medis telah memerintahkan tes tambahan seperti untuk persoalan racun dan beberapa tes lain,'' tambah Harvey.

''Diperkirakan akan memerlukan waktu sekitar empat hingga enam minggu,'' katanya. Tanpa menyebut jenis obat tertentu Harvey mengatakan: ''Kami tahu ia menggunakan obat berdasar resep dokter.''

Berbagai laporan yang belum bisa dikonfirmasi menyebut Jackson menggunakan Demerol, obat pemati rasa sakit yang juga dikenal dengan nama pethidine.

Obat ini dikenal cukup keras dan bisa membuat orang kecanduan. Demerol bisa diberikan lewat tablet ataupun disuntik dan biasa diberikan kepada mereka yang usai melakukan operasi bedah. Dalam dosis tinggi obat ini bisa menyebabkan kesulitan bernafas.

Jackson yang mempunyai catatan persoalan kesehatan, ambruk di rumahnya di Los Angeles sekitar tengah hari Kamis lalu. Berdasar percakapan telpon dengan unit gawat darurat yang telah dipublikasikan, Jackson disebut pingsan dan berhenti bernafas.

Dokter pribadinya yang menyaksikan Jackson ambruk, menurut penelpon ke unit gawat darurat, mencoba memberi nafas buatan. Mantan pengacara keluarga Jackson, Brian Oxman, mengatakan kepada televisi Amerika ia khawatir dengan penggunakan obat pemati rasa penyanyi itu.

Ia mengatakan kepada televisi ABC di program Good Morning America bahwa Jackson menggunakan obat itu karena cedera yang dialami diawal karirnya. ''Ia terkena rasa sakit yang amat sangat. Mulailah ia menggunakan obat dan kemudian menjadi bagian dari hidupnya,'' kata Oxman.

Jurubicara kepolisian Los Angeles mengatakan mereka telah berbicara dengan dokter pribadi Jackson, Conrad Murray, tetapi mereka masih ingin kembali berbicara dengannya.

Polisi mengatakan mobil milik dokter tersebut telah mereka ambil dari rumah Jackson. Jurubicara tadi menambahkan bahwa dokter itu tidak berada dalam penyelidikan kriminal, tetapi dari mobil yang diambil mungkin ada jejak obat yang bisa membantu menentukan penyebab kematian. bbc/ahi