Sabtu, 17 Januari 2009

Berapa lama kita di Kubur


Membaca kisah dibawah takut kita membayangkan betapa lamanya siksa kubur yang akan dijalani seseorang.


Apakah lamanya (satuan waktu) di alam dunia, alam kubur dan alam akhirat adalah sama ?. Perjalanan hidup manusia akan dimulai di alam dunia (waktunya Singkat), kemudian alam kubur / alam barzah (waktunya Lama, kehidupannya berupa Nikmat atau Siksa Kubur), terakhir alam akhirat (waktunya abadi / kekal, kehidupan Surga atau Neraka).

 

Saya akan sedikit mengulas mengenai WAKTU.

Fakta bahwa waktu adalah sebuah persepsi dibuktikan oleh fisikawan besar abad ke 20 Albert Einstein di dalam “Teori Relativitas Umum”. Einstein menerangkan ruang dan waktu adalah bentuk bentuk intuisi yang tak dapat lagi dipisahkan dari kesadaran konsep konsep kita atas warna, bentuk atau ukuran. Waktu tidaklah bersifat mutlak, ia adalah sebuah konsep subyektif yang ditangkap dan dirasakan secara beragam tergantung pada peristiwa / keadaannya. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. 

 

Mimpi mimpi kita sangat penting guna memahami relativitas waktu. Dalam tidur kita mengalami berbagai kejadian yang kita yakini berlangsung selama berhari hari, Namur sesungguhnya kita hanya bermimpi yang lamanya hanya sekian menit atau bahkan sekian detik saja.

 

Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif!

Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

 

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (QS, 22:47)

 

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (QS, 32:5)

 

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (QS, 70:4)

 

Sebagian besar manusia sangat mencintai dunia ini seakan akan mereka tidak akan pernah mati, sehinga mereka menjauhi kehidupan agama, tidak ingat mati dan akhirat. Padahal kehidupan dunia yang sangat mereka cintai ini sesungguhnya sangatlah singkat dan sementara. Allah mengungkapkan rahasia ini kepada manusia dalam beberapa ayat Al Qur’an sbb. :

 

Allah bertanya “berapa tahunkah lamanya kalian tinggal dibumi ?” Mereka menjawab “kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang2 yang menghitung”. Allah berfirman “kalian tidak tinggal (di bumi)melainnkan sebentar saja, jika kalian benar2 mengetahui (QS.Al-Mu’minun : 112-114)

 

“Hai kaumKU, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal (QS Ghafir : 39)

 

Pada gaya yang digunakan dalam banyak ayat Al Qur’an dengan jelas diperlihatkan bahwa waktu adalah sebuah persepsi. Misalnya, Allah menyebutkan jumlah orang2 beriman – para penghuni gua (ashabul kahfi) yang ditidurkanNya selama lebih dari 300 tahun. Setelah itu tatkala Dia membangunkan mereka, orang2 ini mengira mereka telah tertidur dalam waktu yang sebentar saja, mereka tak dapat membayangkan betapa lamanya mereka telah tertidur.

 

Maka Kami tutup telinga mereka melalui tidur selama beberapa tahun dalam gua itu. Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (di dalam gua) (QS 18: 11-12)

 

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Salah seorang di antara mereka berkata “sudah berapa lamakah kamu berada (disini) ?” mereka menjawab “kita berada disini seharí atau sentengah hari” seseorang menimpali “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (disini) ….. (QS 18 : 19)

 

Kembali ke pokok masalah berapa lama kita di kubur.

 

Misalnya 1 hari di alam dunia adalah seribu hari atau seribu tahun di alam kubur. Betapa tersiksanya kita di alam kubur bila bukan nikmat kubur yang akan kita terima tetapi siksa kubur. Kalau kiamat akan terjadi 1000 tahun lagi, 2000 tahun lagi atau mungkin lebih, betapa sangat lamanya waktu kita di alam kubur.

 

Saya teringat anak kedua saya waktu itu usianya baru 6 tahun, dalam perjalanan ke jawa tengah yang melewati banyak kuburan dia bertanya “Ayah, orang yang telah mati itu kasihan yaa, karena dia sedang di siksa oleh malaikat”. Dengan pengetahuan yang pas pas-an saya katakan bahwa kehidupan di alam kubur itu ada yang diberikan kesenangan dan ada yang diberikan siksaan. Orang yang diberikan kesenangan atau siksaan di alam kubur itu akan dinilai Allah selama dia hidup di dunia yaitu : 1. Amal ibadahnya. 2. Ilmu yang bermanfaat. 3. Anak yang sholeh. Akhirnya selama perjalanan saya disuruh anak saya untuk menceritakan secara detil contoh2 dari ketiga penilaian Allah tersebut.

 

Alam dunia waktunya sangat singkat. Tapi dengan waktu yang singkat ini justru yang akan menentukan kita akan mendapat nikmat atau siksa kubur di alam barzah yang waktunya panjang, bahkan ke alam akhirat yang waktunya kekal (abadi) yang akan menentukan posisi kita akan ditempatkan di surga atau neraka.

 

Semoga Allah selalu melindungi kita dan selalu memberikan rahmatNya. Amin …..

 

8 komentar:

  1. terimakasih atas artikelnya
    menambah pengetahuan saya

    BalasHapus
  2. Jazaka/killah khairon katsir..artikelnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. mari kit semuanya terutama kepada saudara2 saya kaum Muslim , jangan lalaikan perintah allah , jangan berbohong , jangan menyakiti orang lain, jangan mengambil milik orang lain dan jangan berzina, jangan meminum minuman keras / narkoba serta Murtad . semuanya ini tersebut jika engkau perhatikan dan engkau jalani dengan baik , insya allah, maka siksaan Kubur akan terhindar dari mu.

    BalasHapus
  4. Dunia tempat menanam di akherot kita menuai (panen/ngunduh) ynk kita tnm kebaikan dn kjjran smga kaum muslim/muslimah trhindr dri siksa kbr amiin.

    BalasHapus
  5. Assalamu'alaikum.terimakasih ilmunya

    BalasHapus
  6. Semoga Kita Semua Di Jauhkan Dari Siksa Kubur, Aminn🙏

    BalasHapus
  7. Sungguh semua ini sangat menakut kan,dan itu br di alam kubur belum di Padang Masyar menunggu Hisab entah berapa lama,juga perjalanan melewati jembatan shirath yg entah berapa panjang,jika bisa memilih maka saya memilih untuk tidak pernah ada..padahal saya meyakini semua itu,tapi saya tetap kerap melakukan dosa entah kenapa,sebenar nya saya sangat takut bila hari yg di maksud sampai kepada giliran ku..seseorang tolong bantu saya harus bagaimna??takut bukan main,tpi dosa maksiat lancar terus apakah saya masih ada harapan?saya di uji dengan sempit nya rezeki juga kehidupan yg sempit yg terkadang membuat ku menghalalkan segala cara untuk melalui yg nama nya 1hari,Ya ALLAH ampuni hamba mu yg benar2 lalai dalam mengingat MU

    BalasHapus