Sabtu, 17 Januari 2009

INSIDE KA'BAH DAN DETIK TERAKHIR SAKARATUL MAUT RASULULLAH SAW.



Tak bosan-bosan rasanya membaca kisah ini... 


AIRMATA RASULULLAH SAW... 
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan 
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya 
masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan 
badan dan menutup pintu. 

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan 
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" 
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," 
tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan 
pandangan yang menggetarkan. 

Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. 

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang 
memisahkan pertemuan di dunia. 
Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan 
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan 
kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. 

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit 
dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. 

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah 
dengan suara yang amat lemah. 
"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. 
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. 
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh 
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. 
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" 
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah 
berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat 
Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. 
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh 
Rasulullah ditarik. 

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya 
menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." 
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya 
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" 
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 
"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata jibril 

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak 
tertahankan lagi. 

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini 
kepadaku, jangan pada umatku." 
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. 
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera 
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" 
"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." 


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. 
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan 
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. 

"Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" 
Dan, berakhirlah hidup manusia mu lia yang memberi sinaran itu. 
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? 
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

1 komentar:

  1. Casino - Dr.Mcd
    Find out 경주 출장샵 more about our casino in the casino's hours. All information is private and 의정부 출장샵 is 성남 출장마사지 protected. Information is shared with the 사천 출장안마 public by the gaming public. No one 통영 출장마사지

    BalasHapus